Sabtu, 27 Desember 2014

pkn2

Contoh Kasus Perdata Internasional

Bukan hanya di dalam negeri, kasus perdata pun pernah dan bisa terjadi dalam kancah internasional. Berikut ini adalah beberapa diantaranya:

1. Kasus Gianni Versace S.p.A melawan Sutardjo Jono. 

Para pihak yang bersengketa dalam kasus ini adalah GianniVersace S.p.A, selaku penggugat yang merupakan badan hukum yang didirikan menurut Undang-Undang Italia dan berkedudukan diItalia. Perusahaan Gianni Versace S.p.A didirikan pada tahun1978 oleh seorang desainer terkemuka bernama Gianni Versace.Gianni Versace S.p.A adalah salah satu perusahaan fesyen ternama di dunia. Perusahaan ini mendesain, memproduksi dan mendistribusikan produknya yang berupa busana, perhiasana,kosmetik, parfum dan produk fesyen sejenis.Pada bulan September 2000, Gianni Versace S.p.A bekerjasamadengan Sunland Group Ltd, sebuah perusahaan terkemuka Australia membuka “Pallazo Versace”, yaitu sebuah hotel berbintang enam 

yang terletak di Gold Coast Australia. Saat ini kepemilikanVersace Group dipegang oleh keluarga Versace yang terdiri dari Allegra Beck Versace yang memiliki saham 50%, Donatella Versaceyang memiliki saham 20% dan Santo Versace yang memiliki saham sebanyak 30%.Saat ini Santo Versace menjabat sebagai Presiden perusahaan dan Donatella Versace merangkap sebgaai Wakil presiden dan direksiKreasi. Giannni Versace S.p.A selaku penggugat ini menjual produksinya ke Indonesia dan merek yang melekat pada produk-produk milik penggugat telah dilindungi oleh hukum Indonesia. Kemudian, pihak tergugat adalah Sutardjo Jono, seorang Warga Negara Indonesia yang berkedudukan di Medan.

2. Kasus IPB dan Amerika

IPB melakukan perjanjian untuk mengirim 800 kera ke Amerika, Kera tersebut hanya akan diambil anaknya saja dan babonnya akan dikembalikan ke Indonesia. Harga perekor disepakati sebesar 80 (delapan puluh) juta dan pihak amerika serikat hanya membutuhkan anaknya saja dan harus beranak di Amerika serikat. Ketika posisi pesawat masih di swiss, seekor monyet stress dan lepas,melahirkan anaknya. Karena induknya telah dilumpuhkan dan mati, maka dokter hewan IPB menyuntik mati anak monyet tersebut karena pertimbangan rasa kasihan . Lawyer Amerika serikat menuntut IPB atas dasar perlindungan satwa dan dianggap tak memenuhi prestasi dengan sempurna serta membunuh seekor anak monyet. Disati sisi, Kera di Indonesia tidak lebih sebagai hama, sedangkan bagi Amerika serikat merupakan satwa yang harus mendapat perlindungan 

3. Kasus Temasek 

Keputusan KKPU atas kepemilikan silang (cross ownership) TemasekHolding (TH) masih menjadi berita hangat. Keputusan yang menimbulkan kontroversi itu tampaknya akan berbuntut panjang dengan upaya Temasek memperkarakan keputusan KPPU tersebut pada semua forum hukum yang tersedia dengan alas an pertimbangan yang mendasari keputusan itu memiliki banyak kelemahan. Bila dicermati, berbagai kelemahan pertimbangan yang dikemukakanTemasek tampaknya tidak beralasan. Sebagai contoh, pernyataan Direktur Eksekutif Temasek Simon Peres yang menyatakan perusahaan itu tidak memiliki saham di Telkomsel dan Indosat.Pernyataan itu sepintas lalu ada benarnya. Ini karena secara langsung Temasek tidak memiliki saham pada kedua operator seluler itu. Namun, lewat Singtel dan STT yang notabene merupakan anak-anak perusahaannya. Temasek mengantongi sahamTelkomsel maupun Indosat masing masing sebesar 35 persen dan41,9 persen. Dengan demikian, amat aneh bila Temasek beranggapan tidak memiliki saham di Telkomsel dan Indosat. Kepemilikan saham pada satu atau beberapa perusahaan yang bisnisnya sejenis atau tidak lewat anak-anak perusahaan merupakan hal yang lazim dan secara yuridis tidak terlarang dalam berbisnis, baik secaranasional maupun multinasional. Yang dilarang apabila kepemilikan saham pada suatu perusahaan, baik secara langsung maupun lewat anak perusahaannya, menimbulkan penguasaan pasar pada satu jenis barang atau jasa tertentu secara dominan sebagaimana diatur diPasal 27 UU No. 5/1999 tentang Larangan Praktik Monopoli danPersaingan Usaha Tidak Sehat.

pkn

Contoh Kasus Pidana Internasional

TEMPO Interaktif, Mazar-e-Sharif – Tujuh pekerja PBB tewas dibunuh di Mazar-e- Sharif, Afganistan. Dua di antaranya dipenggal oleh demonstran yang protes pembakaran Al-Quran di gereja Florida, Amerika Serikat.
 

Berdasarkan laporan harian The Telegraph, Sabtu (2/4), korban serangan paling keji kepada pekerja PBB itu termasuk lima petugas keamanan dari Nepal, dan pekerja sipil dari Norwegia, Swedia, dan Rumania. Dalam peristiwa itu, selain pekerja PBB, empat penduduk lokal juga ikut terbunuh.
 

Pejabat PBB kepada Daily Telegraph menyatakan jumlah korban kemungkinan bertambah hingga 20 orang. Dalam peristiwa itu, beredar kabar bahwa seorang Kepala Asisten Militer PBB juga ikut terluka. Namun kabar ini belum dapat dipastikan. Penduduk setempat menyatakan sekitar 2.000 orang demonstran menyerang penjaga keamanan PBB di luar Unama. Demonstran merampas senjata mereka, lalu menggunakannya untuk menembaki polisi.
 

Juru bicara Kepolisian menyatakan pendemo memenggal kepala dua penjaga keamanan dan menembak penjaga lainnya. Mereka kemudian mendorong tembok anti-pelindung ledakan untuk menjatuhkan menara keamanan lalu membakar gedung.
 

Para pendemo mulai berkumpul ketika sejumlah pemimpin agama di masjid di pusat kota mendesak para jemaah meminta PBB mengambil langkah dalam peristiwa pembakaran Al-Quran yang dilakukan pendeta Wayne Sapp di Gainesville Florida pada 20 Maret 2011 lalu.
 

Sekretaris Jenderal PBB Ban-Ki-Moon menyatakan tindakan para pendemo itu merupakan perilaku yang memalukan dan pengecut. Sementara Presiden Amerika Serikat Barrack Obama mengutuk tindakan itu.
 

THE TELEGRAPH| AQIDA SWAMURTI
 

( Tempo-Interaktif: Sabtu, 2 April 2011 | 11.21 WIB )
 

Analisa
 

Kasus diatas merupakan kasus hukum internasional karena menyangkut warga negara Nepal, Norwegia, Swedia, dan Rumania yang notabene warga negara asing di Afghanistan dengan pendemo yang merupakan warga negara Afghanistan itu sendiri.
Pertanyaan yang muncul adalah negara mana yang berhak mengadili perkara tersebut?
Untuk menentukan negara mana yang berhak mengadili suatu perkara internasional, diciptakanlah asas-asas hukum yang menjelaskan negara yang berhak mengadili suatu perkara internasional, salah satu asas tersebut adalah asas Yurisdiksi Negara.

1. Prinsip Teritorial :
 

Prinsip ini lahir dari pendapat bahwa sebuah negara memiliki kewenangan absolut terhadap orang, benda dan kejadian-kejadian di dalam wilayahnya sehingga dapat menjalankan yurisdiksinya terhadap siapa saja dalam semua jenis kasus hukum (kecuali dalam hal adanya kekebalan yurisdiksi seperti yang berlaku kepada para diplomat asing).
 

2. Asas Nasionalitas :
 

Atau disebut juga “hubungan fundamental antara individu dengan negaranya”. Dalam hukum internasional, hubungan antara individu sebagai warga negara dengan negara adalah sebuah hal yang paling mendasar (fundamental). Sebuah negara dapat menjalankan yurisdiksi kriminal dan privat terhadap warga negaranya meskipun yang bersangkutan sedang berada di negara lain. Contoh, di Inggris dalam kasus Joyce v. Director of Public Prosecutions (1946) dan Amerika Serikat dalam kasus Iran Hostages Crisis (1979-1980). Permasalahan akan timbul dalam hal penentuan “kewarganegaraan” yang terkadang cukup rumit. Dalam Nottebohm Case (1955) ICJ memutuskan bahwa dalam menentukan kewarganegaraan seseorang, pengadilan harus memperhatikan ”genuine connection” yang menunjukkan keterikatan seseorang dengan penduduk sebuah negara. Prinsip ini dikenal dengan effective nationality atau dominant nationality.
 

3. Asas Personalitas Pasif :
 

Prinsip ini memberikan hak pelaksanaan yurisdiksi kepada sebuah negara untuk menghukum kejahatan yang dilakukan di luar wilayahnya, oleh pelaku dari warga negara asing, yang korbannya adalah warga negara dari negara tersebut. Beberapa ahli hukum internasional menganggap pelaksanaan yurisdiksi ini tidak memiliki dasar yang kuat. Hal ini karena membuat pelaku dari kejahatan ini untuk tunduk pada sistem hukum lain yang tidak harus dipatuhinya. Oleh karena itu, beberapa ahli berpendapat bahwa penerapan prinsip ini hanya terbatas pada kejahatan yang secara umum diakui oleh negera-negara dunia sebagai kejahatan seperti pembunuhan dan pencurian.
Contoh kesulitan dari pelaksanaan Pasive Personality Principle ini adalah seperti tergambar dalam peristiwa pembajakan kapal pesiar Achille Lauro (1985) oleh beberapa orang Palestina yang berakhir diperairan Mesir.
 

4. Asas Protektif :
 

Atau biasa juga disebut sebagai yurisdiksi yang timbul berdasarkan adanya kepentingan keamanan sebuah negara. Dalam banyak sistem hukum mengakui bahwa negara-negara memiliki yurisdiksi terhadap kejahatan yang dilakukan oleh orang asing, diluar wilayahnya, yang mengancam keamanan negara tersebut atau mengancam jalannya pemerintahan negara tersebut. Contoh dari pelaksanaan prinsip ini adalah, kasus United States v. Archer (1943) yang diputuskan bahwa hukum Amerika dapat menghukum warga negara asing yang melakukan perjury terhadap diplomat Amerika di luar negeri. Contoh lain, Israel di tahun 1972 membuat peraturan perundangan yang memberikan yurisdiksi kepada pengadilan Israel untuk mengadili setiap orang yang melakukan kejahatan di luar negeri yang mengancam keamanan, ekonomi, transportasi atau komunikasi dari negara Israel.
 

5. Asas Universal :
 

Berbeda dengan prinsip-prinsip sebagaimana dibahas diatas, dimana harus ada “hubungan” antara kejahatan yang dilakukan dengan negara pelaksana yurisdiksi – prinsip universal tidak membutuhkan hubungan seperti itu. Prinsip ini didasarkan pada fakta bahwa sebuah negara menjalankan yurisdiksinya karena seseorang berada dalam kekuasaannya (custody), karena melakukan kejahatan berdasarkan hukum nasional negara lain ataupun kejahatan berdasarkan hukum internasional. Bila seseorang tersebut melakukan kejahatan berdasarkan hukum nasional negara lain, maka sebuah negara hanya dapat menjalankan yurisdiksinya bila negara lain tersebut menolak untuk menjalankan yurisdiksinya. Pelaksanaan yurisdiksi terhadap kejahatan berdasarkan hukum internasional lebih diterima oleh negara-negara dunia. Hal ini karena beberapa kejahatan yang diatur dalam hukum internasional dapat mengganggu masyarakat internasional secara luas.

Menurut saya asas yang paling tepat untuk kasus ini adalah Asas Teritorial, Karena seluruh rangkaian kejadian kasus ini terjadi di Afganistan, pelaku kasus ini adalah demonstran yang merupakan warganegara Afganistan, para korban menghembuskan nafas terakhir mereka di Afganistan, kerugian paling signifikan dirasakan oleh Afganistan (meninggalnya 4 penduduk lokal, hancurnya fasilitas umum, dan hangusnya gedung-gedung).

Rabu, 17 Desember 2014

mother's day event


Assalamu'alaikum....ikhwah fillah yuuu ikuti Seminar "Mother's Day Event" dengan pemateri Ibu Nurwiati (Aktifis Nasyiatul Aisyiah) dengan bertemakan "Dengan Semangat Hari Ibu kita Tingkatkan Peran Perempuan sebagai Pembentuk Generasi Masa Depan" #eitssss ini acara bukan khusus u/ Akhwat ya:)

#waktu & Tempat : tanggal 21 Desember 2014 mulai jam 08.30 di Kampus Staida Jl.Bratayudha no.39
Dan SEMINARNYA FREE!!! ada Hiburan+ Doorprize+ merchandise+ Bazar:)
ini untuk Lomba !!
Ketentuan & Teknik Penilaian Lomba Slide Show
Ketentuan Lomba
1.Peserta terdiri dari 2 s.d 3 orang / grup
2.Peserta merupakan siswa/I SMA/MA/SMK di Garut
3.Peserta wajib bayar biaya Administrasi sebesar Rp.15.000 ,-
4.Slide Show / Video berdurasi 3 s.d 4 menit
5.Slide show yang dibuat harus sesuai dengan tema yaitu “HARI IBU”
6.Tidak ada persyaratan khusus slide show yang dibuat bebas sekreativ dan seinovativ mungkin.
7.Soft Copy Slide Show / video dikirim ke email / langsung ke secretariat dengan bentuk CD/DVD .
8.Soft Copy Slide Show / video paling lambat dikirim pada tanggal 18 Desember
Teknik Penilaian Lomba Mewarnai
1. Kesesuaian slideshow dengan tema
2. Kekreativan
3. Kemenarikan
untuk pendaftarn ketik Nama(spasi)AsalSekolah/kampus kirim ke 089679287008
boleh di share

Minggu, 30 November 2014

yesterday is a history ~




Okey kembali ke topik HIKING ya.. “hiking” hiking itu bukan hanya sekedar hoby,tapi Hiking itu hidupku,aku sangaatttt mencintai gunug,aku aktif di organisasi pendaki indonesia,aku aktif di forum forum pecinta gunung,aktif di kumpulan hikers dan masih banyak lagi. Banyak gunung yang pernah aku daki,yang paling mengesankan yaa Gunung ‘Hwangmae’ tau hwangmae kannnn ? akkkkkkk that was unforgottable moment for me bisa mendaki ke puncak tertinggi di pegunungan sobaek,korea selatan. Gila apa enggak tuh? . dan yang paling unforgottablenya lagi  mendakinya tuh pas musim semi pas azalea flower lagi mekar mekarnya...uhhhhh Subhanallah.  That was make me awesome. Ini tuh gila,gilaaaaaa banget.
E e e e tapi.... seunforgottable apapun gunung hwangmae itu,aku lebih cinta rinjani dong,kalau orang orang  banyak yang bilang rinjani itu an unspoiled bali kalau kataku sihhh rinjani is an unspoiled Indonesia. Bukan hal yang biasa biasa aja kan ketika aku liat matahari terbenam di bukit tiga dara, melihat padang savana yang eksotis, hutan tropis yang mempesona, perbukitan yang luar biasa indah, lambaian ilalang ilalang bak jutaan rajutan yang punya nilas eksotisme tersendiri, bisa melewati bukit penyiksaan yang menurut banyak orang sangat mengerikan ,bisa merasakan sejajarnya awan dengan kaki sendiri di plawangan sembalun, melihat sunset ditemani dengan eidelweis , kemudian sampai berdiri di puncak 3726 meter diatas permukaan air laut,dan itu tuh rasanyaaaaaa ahhhhhhh INDONESIA was really beautiful !.
“udah ceritanya , demi apalah kamu bikin semua orang disini tuh gigit jari tau “
“lah kok gigit jari sih?”
“Ya soalnya Cuma bisa dengerin cerita kamu yang panjang lebar yang bikin kita ngiri gak bisa kaya kamu”
“Tapi sya,dey,ini semua tuh bukan ajah cerita tapi ini tuh udah jadi sejarah dalam hidup aku tau. Dulu, seorang Hasna Nabila yang sempet gak idup ternyata bisa idup lagi dengan lihat semangatnya Mamah,Keluarga dan kalian yang terus bantu aku untuk tetap hidup dan tetep menjalani kehidupan dari yang  gak punya semangat untuk belajar jalan,terus putus harepan gak mau ngapangapain jadi semangat luar biasa sampai aku bisa bangkit bisa jalan dan akhirnya  seHati gini sama dunia gunung , hiking,penjelajahan atau apalah yang berhubungan dengan jalan jalan”
“Ya lah Hasna… emang kehidupan itu harus kita Hadapi,Jalani,dan Nikmati kan ? dan sebenernya bukan kita yang ngerubah semangat kamu tapi kamu sendiri yang menjalani hidup kamu, Life is never Flat has kamu emang bener bener ngejalani hidup ini dengan benar , kita bangga sama kamu has” kata deyna menyambung.
“Uhhhhh hasnakuuuuu” kata Tasya sambil berpelukan dengan Hasna dan Deyna
“HIDUP tuh gak semudah yang kita pikirin ya guys? Tapi karna kerumitan dalam Hidup inilah,kita bisa paham dan memahami  arti dari KEHIDUPAN.” Kataku menutup pembicaraan.
Semuanya masih dalam pelukan yang sama, peluk hangat dari orang orang yang tulus mencintai memang tak akan pernah dusta,nyamannya tuhhhhhh banget banget.
“Sahabat, Biar Hidup dan kehidupan menjadi saksi kita bercinta dengan ketulusan.” ~

*PELUKMANJA3ceriwis
Senyumansijingga.blogspot.com

Selasa, 25 November 2014

flyer mother's day event


contoh naskah pidato



Rounded Rectangle: Nurwidya Yuliastini
STAIDA MUHAMMADIYAH GARUT
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Yang terhormat Dewan Juri
Yang saya hormati Peserta Lomba yang berbahagia
           
Marilah kita memanjatkan puja dan puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua sehingga pada kesempatan kali ini kita dapat berkumpul dalam acara Milad Muhammadiyah yang ke 105.
            Tak lupa sholawat serta salam senantiasa kita sanjungkan kepada junjungan kita Nabi Agung Muhammad SAW yang selalu kita nanti-nantikan syafaatnya di zaman akhir nanti. Amien..amien Ya Robbal Alamien.
Dewan Juri dan Peserta Lomba yang Berbahagia …
            Perkenankanlah saya pada kesempatan kali ini menyampaikan uraian pidato yang bertemakan “Gerakan Intelektual Untuk Indonesia Berkemajuan”

            Berbicara “intelektual” sudah tak asing lagi, apalagi Di kalangan mahasiswa yang hari ini bergelut dalam dunia kampus, istilah “intelektual” banyak dipandang sebagai symbol yang sudah pasti melekat pada diri seorang mahasiswa. Intelektual banyak dipakai sebagai kata benda yang sifatnya “lahiriah”. Karena itu, menjadi mahasiswa berarti juga menjadi seorang intelektual. Ya karena orang Intelek sama dengan orang berpendidikan dan tahu berbagai hal dan banayak wawasan.
Pertanyaannya, mahasiswa yang seperti apa yang layak disebut sebagai generasi intelektual Apakah mereka yang hanya kuliah, mengejar nilai A dari dosen untuk kepentingan di dunia kerja nanti? Atau mereka yang sukanya berdiskusi atau berdemonstrasi tanpa tujuan yang jelas?
Hadirin yang berbahagia…
Benarlah apa yang dikatakan Antonio Gramsci, filosof Italia, mengatakan: semua manusia adalah intelektual, tetapi tidak semua orang dalam masyarakat memiliki fungsi intelektual. Fungsi intelektual tidak hanya menafsirkan realitas di sekitarnya, tetapi juga berkeinginan kuat mengubah keadaan yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Ketidakadilan, penindasan, kekuasaan korup, dan semacamnya akan menjadi perhatian serius seorang intelektual. Inilah fungsi seorang intelektual yang perlahan mulai  ditinggalkan di negeri ini, meski tidak semua intelektual bersikap demikian.  
            Mengenai Fungsi Intelektual saya mencontohkan seperti ini, Kebanyakan orang kuliah itu tujuan utamanya agar mendapat ijazah yang layak dan membantu dalam mencari pekerjaan yang layak pula yang ujungnya mencari penghasilan. Bukan tujuan yang salah,namun menurut saya hal tersebut kurang tepat jika kita sebagai mahasiswa dipandang sebagai generasi intelek karena orang yang mengfungsikaninteleknya bukanlah demikian jika hanya untuk mencari penghasilan tak kuliahpun kita dapat, tetapi sesungguhnya kuliah itu tujuan utamanya mencari ilmu wawasan dan meningkatkan kemampuan dalam berpikir .
            Hadirin yang berbahagia…
Menurut apa yang saya pahami generasi intelektual itu generasi yang bukan hanya intelek tapi generasi yang bisa memfungsikan intelektualnya. Disini saya menjabarkan cara kita memfungsikan intelektual kita yaitu dengan “Mampu menciptakan,menerima,mengembangkan,kemudian mengaplikasikan inovasi dalam kehidupan dewasa ini dan tetap memegang teguh azas pancasila”.
            Ketika  seseorang  bisa menciptakan sesuatu hal yang baru kemudian mengaplikasikan dalam kehidupan sehari hari dengan tetap teguh bermoralkan pada pancasila menurut saya itu sudah layak disebut generasi intelek karena  ia sudah dapat mengfungsikan intelektualnya.
            Mengapa harus tetap berpegang teguh pada azas pancasila , kita tidak usah berpikir jauh semisal seperti ini,para elit politik yang sudah barang tentu intelektual,tetapi mereka tidak bermoral pada pancasila dan akhirnya berujung di jeruji besi, apa bisa mereka dikatakan seorang generasi intelek? tentunya tidak.
Jadi kesimpulannya, generasi intelek yang sesungguhnya itu generasi yang bisa memfungsikan intelektualnya dengan cara menciptakan, menerima, mengembangkan, kemudian mengaplikasikan inovasi dalam kehidupan dewasa ini dan tetap memegang teguh azas pancasila ,dan generasi intelek seperti itulah  yang sangat berpengaruh bagi Indonesia yang berkemajuan. Sekian pidato dari saya, semoga kita semua bisa menjadi generasi intelek sesungguhnya yang berpengaruh pada kemajuan Indonesia dan semoga apa yang saya sampaikan dapat bermanfaat terutama bagi diri saya sendiri. Mohon maaf atas kekurangan saya karena sesungguhnya saya masih dalam tahap belajar.                                                                                            
Billahi fisabilil haq fastabiqul khairat. Wassalamu'alaikum wr.wb