Seharusnya tulisan ku yang ini aku publish setelah atau ketika ada orang yang
serius ingin menjadi teman hidupku nanti.
Aku akan menulis ini suatu saat...
Suatu hari, saat aku merasakan lagi sakit dikakiku, aku
sempat berpikir aku takut tidak mampu melakukan banyak hal dengan kakiku. Tak mampu
menjaga anak buah dari pertemanan hidup kita, tak mampu menjadi teman terbaik
untuk menghabiskan hidupmu, hidup kita. Aku takut.
Kamu tahu, kenapa aku sering menyibukkan diri dulu ketika
belum fokus untuk memutuskan hidup denganmu, ah bahkan sekarang ini deneganmu pun
aku masih saja ingin menjadi orang sibuk. Kamu tau apa alasannya?
Aku hanya ingin menikmati nikmatnya berjalan, dan
memperjalankan kakiku. Kamu tahu aku sempat tak berjalan selama 1-2 tahun. Dan aku
tahu rasanya waktu itu 90 % hidupku tak ada artinya. Tapi setelah semuanya
kembali walau tak senormal sebelumnya, aku memaksakan diri untuk selau
menikmati nikmatnya berjalan. Sampai aku lupa bahwa pada kenyataanya aku sakit,
kakiku sakit.
Ini mungkin sedikit tidak tepat, seharusnya aku harus
menjaga kesehatan kakiku. Aku harus menikmati dan menyukuri nya dengan cara
yang tepat. Aku seharusnya.... aku seharusnya..... aku seharusnya.....
Ah waktu itu aku tak yakin bisa meyakikan semuanya, untuk
itulah aku menunggu seseorang untuk menemaniku menghabiskan hidup yang
sementara ini. Untuk bisa menjadi pengingat, menjadi penjaga, menjadi
penasehat, menjadi teman hidup untuk bersama sama menghidupkan hidupku,hidup
yang kelak aku katakan hidup kita.
Dan sampai kamu datang, aku mohon sempurnakan
kekuranganku, maaf aku jika aku tak betul betul menyeimbangimu dengan sedikit
kelebihanku, tapi setidaknya aku berusaha.
Setidaknya, kita sama sama mengusahakan. Terimakasih
*Catatan untuk masa depan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar